Bengkulu, – Pasca Apel Sosial Gubernur Helmi Hasan beberapa waktu lalu yang menerima laporan Gaji PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu tak dibayar, Gubernur Helmi Hasan meminta jajaran BPKAD Provinsi Bengkulu untuk segera membayarkan langsung gaji PPPK Paruh Waktu Pemprov yang tak dibayar.
Melalui siaran live beberapa waktu lalu, Helmi Hasan menyoroti kinerja Kepala BPKAD Provinsi Bengkulu yang dinilai lalai terhadap permasalahan tersebut.
“Dua bulan gak dibayar gaji itu, gimana” cetus helmi dalam live apel sosial
Permasalahan pembayaran Gaji PPPK juga mendapat sorotan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu Edwar Samsi, melalui keteranganya pada Senin (12/10) pagi, Edwar menyampaikan bahwa permasalahan pembayaran gaji PPPK Paruh Waktu karena tidak dianggarkan 12 bulan dalam APBD reguler.
“Hampir seluruh OPD kurang (pembayaran gaji) karena memang dianggarkan tidak 12 Bulan di APBD Reguler. Na, seharusnya dihitung sampai 12 bulan atau 13 bulan di APBD awal” kata edwar
Permasalahan pembayaran gaji PPPK Paruh Waktu Pemprov Bengkulu ini sudah ditemukan oleh tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Bengkulu saat pembahasan APBD Perubahan.
“Kita temukan (masalah pembayaran gaji pppk) pada saat pembahasan APBD Perubahan mangkanya setiap OPD seluruhnya bertambah terutama gaji pegawai yang belum dianggarkan. Artinya kesalahan tersebut tidak sepenuhnya dari TAPD ada salahnya juga dari perangkat daerah ini tak perlu jadi polemik” beber Edwar
Lebih Lanjut, Edwar Samsi juga memastikan permasalahan pembayaran gaji PPPK Paruh Waktu akan selesai saat Kemendagri sudah melakukan evaluasi terhadap APBD Perubahan.
Nantinya, gaji PPPK Paruh Waktu yang belum dibayar akan dirapel agar tidak ada kekurangan dalam pembayaran gaji.
“Dan ini d APBD Perubahan sudah dianggarkan menjadi 12 bulan. Misalnya di sekretariat sampe juli – agustus belum dibayar kita anggarkan. Kondisi keuangan kita ini belum pulih, kita sudah sepakat bersama TAPD dan meminta OPD mengajukan anggaran gaji yang belum 12 bulan, dan itu juga sudah kita anggarkan artinya cuman ada keterlambatan saja” tutupnya.(Eko)












