Bengkulu Tengah, – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah resmi memasuki tahap verifikasi dan validasi (Verval) lapangan untuk usulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (12/5/2026) di tiga sekolah yang berada di Kecamatan Talang Empat.
Tiga sekolah yang diusulkan melalui skema konsolidasi sekolah negeri tersebut yakni SMPN 3 Bengkulu Tengah, SDN 1 Bengkulu Tengah, dan SMAN 1 Bengkulu Tengah. Ketiga sekolah ini menjadi lokasi peninjauan langsung oleh tim pusat guna memastikan kesiapan daerah dalam mendukung program pendidikan nasional terintegrasi.
Kegiatan penting ini dihadiri tim gabungan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Dikdasmen, perwakilan ATR/BPN, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bengkulu, Bappeda, BKD, BPBD, PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Tengah, pemerintah kecamatan, kepala desa, ketua komite hingga kepala sekolah.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bengkulu Tengah, Erriyanto, S.Pd, M.A.P menjelaskan, kunjungan tim pusat bertujuan melakukan verifikasi dan validasi langsung terhadap lokasi yang diusulkan sebagai Sekolah Nasional Terintegrasi.
“Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan verifikasi dan validasi lapangan usulan Sekolah Nasional Terintegrasi di wilayah Kabupaten Bengkulu Tengah, yakni Desa Kembang Seri, Kecamatan Talang Empat,” ujar Erriyanto.
Ia mengatakan, beberapa aspek yang menjadi perhatian dalam proses verval meliputi pemeriksaan klaster sekolah, standar kelayakan lokasi, kesiapan infrastruktur, hingga sinergi lintas sektor dalam mendukung operasional sekolah nantinya.
Menurutnya, proses ini menjadi tahapan penting untuk menentukan kelayakan wilayah Bengkulu Tengah sebagai lokasi pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun 2026.
“Setelah Tim Verval melihat langsung lokasi rencana pembangunan SNT, selanjutnya tim akan memverifikasi persyaratan teknis maupun kelengkapan dokumen lainnya. Oleh karena itu, kami meminta dukungan agar verifikasi dan validasi berjalan dengan lancar,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Rapat Bupati (RRB) Kantor Bupati Bengkulu Tengah pada Selasa (13/5/2026) pagi. FGD tersebut membahas sinkronisasi data dan kesiapan lintas sektor guna mendukung terealisasinya program Sekolah Nasional Terintegrasi di Bengkulu Tengah.(Eko)
















