Bengkulu, – Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan alumni SMP Carolus angkatan 1981 dan SMA Carolus angkatan 1984. Para alumni tersebut turun langsung membantu warga Kelurahan Penggantungan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, yang menjadi korban kebakaran.

Musibah kebakaran yang terjadi beberapa hari sebelumnya menghanguskan sedikitnya 21 rumah warga. Kondisi tersebut mendorong para alumni untuk menggalang donasi secara mandiri sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Ketua Koordinator Lapangan kegiatan, Ir. Patriana Sosia Linda, mengatakan bantuan tersebut merupakan murni inisiatif para alumni yang merasa terpanggil untuk membantu warga terdampak.
“Alhamdulillah, siang hari ini kami diberikan kesempatan untuk mengulurkan tangan kepada keluarga dan saudara kita yang baru saja tertimpa musibah kebakaran,” ujar Linda saat penyerahan bantuan, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, donasi yang terkumpul dari para alumni tidak perlu dilihat dari besar kecilnya nilai bantuan. Hal terpenting adalah niat dan kepedulian untuk meringankan beban warga yang kehilangan tempat tinggal maupun harta benda akibat kebakaran.
“Jangan dilihat dari nilainya. Yang pasti, ini merupakan bentuk niat baik dan kepedulian dari kawan-kawan semua. Dana yang terkumpul kami salurkan dalam bentuk sembako,” jelasnya.
Linda berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para korban, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok selama masa pemulihan pascakebakaran.
Ia juga mengajak berbagai kelompok masyarakat lainnya untuk ikut menunjukkan kepedulian terhadap warga yang sedang mengalami musibah. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar para korban tidak merasa menghadapi musibah seorang diri.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan mudah-mudahan ada kelompok-kelompok lain yang juga tergerak memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita di Penggantungan,” harap Linda.
Dalam kegiatan penyerahan bantuan sembako tersebut turut hadir Camat Sungai Serut Abriadi Z, Lurah Penggantungan, serta Ketua RT setempat.
Kehadiran para alumni diharapkan menjadi bagian dari semangat gotong royong masyarakat Bengkulu dalam membantu warga yang terdampak musibah.(Eko)
















