Sumardi Ketua DPRD Bengkulu Berang, Pertamina Wajib Kompensasi Kendaraan Masyarakat Yang Rusak Karena BBM

Bengkulu, – Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Drs. H. Sumardi, M.M., meminta PT Pertamina Patra Niaga segera melakukan audit khusus terhadap dugaan permasalahan kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang disebut menyebabkan kerusakan sejumlah kendaraan masyarakat di Bengkulu.

Sumardi menilai, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya persoalan pada BBM yang disalurkan kepada konsumen, Pertamina maupun pihak terkait perlu memberikan pertanggungjawaban, termasuk mengganti kerugian yang dialami masyarakat.

Hal itu disampaikan Sumardi melalui sambungan telepon WhatsApp, Minggu siang (4/10/2026).

“Menurut undang-undang perlindungan konsumen, pihak Pertamina Patra Niaga sudah selayaknya mengambil langkah mengganti rugi bila terbukti BBM yang dijual kepada masyarakat bermasalah,” ujar Sumardi.

Ia meminta Pertamina tidak hanya melakukan inspeksi rutin, tetapi melakukan pemeriksaan menyeluruh dengan mengambil sampel BBM dari sejumlah SPBU yang diduga berkaitan dengan kendaraan konsumen yang mengalami kerusakan.

“Karena ini nampaknya meluas, kerusakan itu terjadi di berbagai daerah. Pertamina harus mengaudit khusus dan mengecek, mengambil sampel Pertalite tersebut agar diperiksa secara objektif,” katanya.

Menurut Sumardi, pengujian sampel seharusnya dilakukan melalui laboratorium yang kredibel dan tidak hanya mengambil satu atau dua sampel dari satu lokasi.

“Jangan hanya sekadar inspeksi. Kalau inspeksi itu kan diambil Pertalite tersebut, kemudian dicek. Bukan diambil hanya sebotol, dua botol, tetapi diuji di beberapa laboratorium yang memang bisa digunakan,” tegasnya.

Sumardi Alami Kejadian Serupa

Sumardi juga mengungkapkan bahwa dirinya mengalami kejadian serupa saat berada di Palembang. Kendaraan yang dikendarainya mengalami persoalan setelah mengisi BBM dan kemudian diperiksa di bengkel Pres Garage di Palembang.

Ia menyebut menemukan sejumlah kendaraan lain yang tengah menjalani pemeriksaan dengan dugaan persoalan serupa.

“Saat saya ke Palembang, mobil yang saya kendarai terjadi hal yang sama. Saya mengecek langsung ke bengkel Pres Garage yang ada di Palembang. Ada kurang lebih sekitar lima kendaraan yang bongkar tangki,” ungkapnya.

Menurut informasi yang diterimanya dari mekanik bengkel tersebut, kendaraan-kendaraan itu mengalami kerusakan setelah mengisi Pertalite di SPBU.

“Jadi bukan hanya di Bengkulu saja. Menurut mekanik di Pres Garage, ini contoh kendaraan yang rusak setelah membeli Pertalite di SPBU. Kita cek faktanya langsung,” lanjut Sumardi.

Atas kondisi tersebut, ia meminta Pertamina segera melakukan pemeriksaan di sejumlah SPBU di Bengkulu dan tidak menunda proses investigasi.

Masyarakat Diminta Dokumentasikan Kerusakan

Sumardi juga mengimbau masyarakat yang merasa mengalami kerusakan kendaraan setelah mengisi BBM untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pertamina.

Ia meminta konsumen menyimpan bukti pengisian BBM serta mendokumentasikan kondisi kendaraan dan lokasi bengkel sebagai bagian dari proses pengaduan.

“Saya sebagai Ketua DPRD, mewakili masyarakat Provinsi Bengkulu, mengharapkan kepada masyarakat juga untuk menyampaikan bila kendaraannya rusak ke Pertamina secara langsung dan difoto di bengkel mana diletakkan, agar Pertamina bertanggung jawab penuh untuk memperbaiki kendaraan itu,” ujarnya.

Ia menambahkan, proses pertanggungjawaban tersebut menurutnya tetap perlu dilakukan meskipun kendaraan konsumen memiliki perlindungan asuransi.

Sumardi juga menyinggung adanya laporan serupa di sejumlah daerah lain yang ramai diperbincangkan sepanjang 2026. Karena itu, ia menilai diperlukan penelusuran menyeluruh untuk memastikan penyebab kerusakan kendaraan dan sumber persoalan pada BBM.

“Pertamina selayaknya harus bertanggung jawab penuh terhadap pelanggan yang mengalami kerugian,” pungkasnya.(Eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *