Bengkulu, – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Provinsi Bengkulu menggelar rapat perdana pascapelantikan yang berlangsung di Jakarta pada Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum awal untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menyusun strategi program kerja organisasi ke depan.
Rapat digelar di Kantor DPW PKB Provinsi Bengkulu, Kamis (20/8/2026), dan dihadiri Ketua DPW PKB Provinsi Bengkulu Zainal, S.Sos., M.Si., Sekretaris Wilayah DPW PKB Bengkulu Herliardo, S.Ag., Dewan Kehormatan DPW Perempuan Bangsa Bengkulu Roseka Yanti, S.P., M.Si., Ketua DPW Perempuan Bangsa Bengkulu Ita Yunita, A.Ma., S.H., serta seluruh jajaran pengurus.
Dalam arahannya, Zainal menekankan pentingnya keberadaan Perempuan Bangsa di tengah masyarakat. Menurutnya, organisasi tersebut harus mampu menghadirkan kegiatan yang bermanfaat sehingga semakin dikenal, diterima, dan disenangi masyarakat.
“Bagaimana Perempuan Bangsa ini bisa diterima dan disenangi masyarakat, sehingga masyarakat juga semakin dekat dengan PKB. PKB merupakan partai yang agamis, tetapi terbuka untuk umum,” ujar Zainal.
Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap program yang akan dijalankan DPW Perempuan Bangsa Bengkulu. Zainal berharap kepemimpinan baru mampu menyatukan visi dan gerakan perempuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPW Perempuan Bangsa Bengkulu Ita Yunita mengatakan rapat perdana menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kelembagaan organisasi. Ia menegaskan, pembenahan struktur dari tingkat wilayah hingga ranting menjadi prioritas sebelum program-program kerja dijalankan secara maksimal.
Ita menargetkan pembentukan kepengurusan DPC Perempuan Bangsa di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu dapat dituntaskan pada akhir September 2026. Pihaknya juga membuka ruang bagi tokoh-tokoh perempuan potensial di daerah untuk bergabung dan berkontribusi di tingkat akar rumput.
Untuk program kerja, Perempuan Bangsa Bengkulu menyiapkan sejumlah agenda di bidang ekonomi kreatif, pendidikan politik, advokasi hak-hak perempuan, aksi sosial, sosialisasi politik, serta pengkaderan. Program tersebut akan dibagi dalam agenda jangka pendek, menengah, dan panjang.
Dalam waktu dekat, Perempuan Bangsa Bengkulu juga akan menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap penyandang disabilitas melalui kolaborasi dengan sejumlah lembaga. Selain itu, akan dilaksanakan senam sehat bersama masyarakat dan pemeriksaan kesehatan gratis.
“Kita juga akan mengadakan Pendidikan Kader Badan Partai (DIKBAR) dan insyaallah dilaksanakan akhir tahun ini,” kata Ita.
Rapat ditutup dengan komitmen bersama menjadikan Perempuan Bangsa Bengkulu sebagai wadah perjuangan perempuan yang solid, mandiri, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah. Semangat tersebut dirangkum dalam tagline, “Perempuan Bangsa Bergerak Bersama, Berdaya Bersama.”(Eko)











