Bengkulu, – Pasca perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional di Kota Bengkulu masih terpantau tinggi. Hingga saat ini, harga ayam potong di Pasar Panorama dan Pasar Pelabuhan Pulau Baai masih berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, Jumat (27/3)
Kondisi ini dikeluhkan oleh masyarakat, terutama para ibu rumah tangga, yang berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali normal setelah momen Lebaran. Namun, kenyataannya harga ayam belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.
Salah seorang pedagang di Pasar Panorama mengungkapkan bahwa tingginya harga ayam dipengaruhi oleh pasokan dari distributor yang masih terbatas. Selain itu, permintaan yang tetap tinggi pasca Lebaran juga menjadi faktor yang membuat harga bertahan di level tinggi.
“Stok ayam belum banyak, sementara pembeli masih cukup ramai. Jadi harga masih di kisaran Rp50 ribu per kilo,” ujar seorang pedagang.
Hal serupa juga terjadi di Pasar Pelabuhan Pulau Baai, di mana harga ayam potong masih relatif mahal dibandingkan harga normal sebelum Ramadan yang biasanya berada di bawah Rp40 ribu per kilogram.
Di sisi lain, sejumlah pembeli mengaku terpaksa mengurangi konsumsi daging ayam atau beralih ke sumber protein lain yang lebih terjangkau. Kondisi ini tentunya berdampak pada daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga, seperti memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan di pasaran.
Masyarakat pun berharap harga ayam potong dapat segera turun dalam waktu dekat seiring normalnya aktivitas pasca Lebaran, sehingga kebutuhan pangan sehari-hari dapat kembali terjangkau.(Eko)










