Bengkulu, – Kejadian Luar Biasa (KLB) dugaan keracunan makanan yang menimpa belasan siswa SDN 18 Taba Tebelet, Kabupaten Kepahiang, dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi 4 DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, S.H.
Usin menegaskan bahwa insiden yang terjadi pada Kamis (4/6/2026) tersebut menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan program MBG. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan program pemerintah.
“Peristiwa di Kepahiang ini merupakan alarm keras bagi semua pihak. Saat Komisi 4 melakukan inspeksi mendadak beberapa waktu lalu, kami sudah mengingatkan agar kesiapan dapur, sarana pendukung, serta standar sanitasi dipenuhi terlebih dahulu sebelum program berjalan maksimal. Jangan sampai keselamatan anak-anak dipertaruhkan,” tegas Usin, Jumat (5/6/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima, sebanyak 1.169 penerima manfaat di bawah naungan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Taba Tebelet menerima menu MBG berupa nasi putih, telur balado, perkedel tahu, tumis kol jagung, dan buah salak. Setelah mengonsumsi makanan tersebut, belasan siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, hingga sesak napas dan harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kelobak.
Usin menyoroti dugaan lemahnya pengawasan kualitas makanan dan tata kelola dapur. Analisis awal mengindikasikan kemungkinan adanya kontaminasi silang bahan pangan, proses memasak yang kurang optimal, serta standar kebersihan yang belum terpenuhi.
Menyikapi kejadian tersebut, Komisi 4 DPRD Provinsi Bengkulu menyampaikan sejumlah rekomendasi. Pertama, mendukung penuh pengujian laboratorium oleh BPOM dan Loka POM untuk mengungkap penyebab pasti kejadian secara transparan. Kedua, meminta penghentian sementara operasional dapur SPPG Taba Tebelet hingga seluruh standar sanitasi dan kelengkapan fasilitas dipenuhi.
Selain itu, Komisi 4 juga mendesak pemerintah daerah memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis terbaik tanpa biaya. Tidak hanya itu, audit menyeluruh terhadap seluruh dapur mitra MBG di kabupaten dan kota se-Provinsi Bengkulu juga diminta segera dilakukan.
“Program Makan Bergizi Gratis adalah program yang sangat baik untuk masa depan generasi bangsa. Namun pelaksanaannya harus dilakukan secara profesional dan memenuhi standar keamanan pangan. Kami akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan segera memanggil seluruh pihak terkait dalam rapat dengar pendapat,” pungkas Usin.(Eko)










